Beberapa waktu lalu tonki datang dan mengajukan pertanyaan “mau tahu gadget yang super keren?”
aku pikir dia mau menunjukkan sesuatu, aku cukup penasaran karena ketika membuka gengggaman tangannya hanya ada flashdisk nexus 2Gb. dan ternyata yang mau dia tunjukkan adalah infomersial tentang i touch, produk baru apple, dan waktu aku protes, dia jawab, produknya belum ada yang jual kok..(tapi walau udah dijual belum karuan beli
)

pertama layar dibuka, ada pria geek (bukan gaek) sekitar umur 30an memakai kacamata . sejenak dalam pikiranku, kenapa Apple memakai orang ini untuk mempresentasikan produknya ya.. apakah gara-gara Masi Oka yang sukses membawakan perannya sebagai Hiro Nakamura di serial TV Heros? hehehe
but whateve, dia membawakan dengan elegan sekali, dan apapun strategi marketing Apple, perhatianku mulai beralih ke gadget yg dia perkenalkan.
dan layaknya seperti seorang primitif yang baru melihat botol(pake perumpamaan pilm God must be crazy). ada beberapa hal baru yang bikin merinding. fitur Accelerometer yang bisa secara otomatis mengubah layar berdasarkan bagaimana posisi tangan kita,…wuff bener2 cool, sebelum aku nyrocos tentang teori gravitasi, tongki dulu memberikan komentarnya kalau dia pernah liat penerapan teknologi yang kayak gitu di kamera digital miliknya, katanya kalau kamera didalamnya ada semacam waterpass, yang bisa menjadi indikator posisi layar landscape ataukan potrait..
mungkin juga i touch menggunakan teknik yang sama mungkin?
tapi setahuku bukan hanya itouch yang menggunakan fitur ini untuk produknya,handphone sony erricsson w910i yang lebih dikenal dengan fitur shake kontrolnya juga ada model layar horizontal-verticalnya , entah siapa yang lebih dulu, setahuku handphone yang satu ini juga belum keluar (tapi walau udah dijual juga belum karuan beli
)

terlepas dari fitur fisiknya, strategi marketing gadget2 sekarang pada mengunggulkan jasa layanan toko musik online. kalau i touch selain dengan music store, dia juga menggandeng starbuck. klo sony erricson berhubung masih sodaraan sama sony BMG, maka usernya bisa “kula’an alias mborong musik disana.
tapi aku masih bingung bagaimana layanan ini bakal diaplikasikan di indo ya, mengingat “jasa beberapa oknum segelintir orang” sehingga pemakaian CC yang agak seret. kira-kira bila dijual disini bisa dapet kortingan nggak ya seandanya fitur2 dalam sebuah gadget nggak semuanya belum bisa diaplikasikan, atau sama produsennya malah “dikapokkan”?? hehehe…
ya ini cuma cloteh dari seorang roro mendhut dikediamannya, tidak ada analisa ilmiah ataupun hewan yang disakiti saat menulisnya hehehe…( lha megang barangnya aja kagak
)
review yang lebih jelas ada pada web officialnya i touch, atau sonyerricson. atau bisa juga di blog suami teman saya, yang memang benar-benar seorang pakar antarmuka.